Satellite of Glow

Satellite of Glow Warehouse

Panduan Pengguna Website Inventory

Update dokumen: 1 Mei 2026

Dokumen ini menjelaskan cara memakai website warehouse dari awal sampai akhir: setup data master, input barang, kelola stok, checkout, check-in, scan barcode/QR, serta fungsi setiap menu. Gunakan dokumen ini sebagai pegangan untuk admin dan user operasional.

Prinsip paling penting: beberapa dropdown tidak bisa diisi langsung dari form transaksi. Jika pilihan belum muncul, isi data sumbernya dulu di menu yang sesuai. Contoh: barang di dropdown Warehouse berasal dari Master Barang, kategori berasal dari Kategori, dan client vendor berasal dari Daftar Client Vendor.

1. Hak Akses User

Admin

Admin dapat mengakses semua menu utama dan menu administrasi.

  • Mengelola Dashboard, Warehouse, Vendor, Checkout, dan Barcode Scanner.
  • Mengelola Tujuan Checkout (tambah, edit, aktif/nonaktif).
  • Membuat, mengedit, dan menghapus Kategori.
  • Membuat, mengedit, dan menghapus Master Barang.
  • Mengelola admin user lain.
  • Melihat Activity Log.
  • Menghapus item warehouse dan menghapus foto item.

User Operasional

User operasional berfokus pada transaksi dan pekerjaan gudang.

  • Mengakses Dashboard, Warehouse, Vendor, Checkout, dan Barcode Scanner.
  • Mengelola Tujuan Checkout (tambah, edit, aktif/nonaktif).
  • Menambah item warehouse jika Master Barang sudah tersedia.
  • Menambah client vendor.
  • Mengelola stok, checkout, check-in, dan foto untuk item yang dibuat sendiri.
  • Menu Administrasi tetap terlihat; Kategori, Master Barang, Users, dan Activity Log tampil terkunci/nonaktif.

2. Urutan Setup Awal

Agar dropdown dan flow transaksi berjalan lancar, lakukan setup data dengan urutan berikut.

Login atau buat admin pertama

Jika sistem masih kosong, halaman Setup Admin akan muncul. Buat akun admin pertama, lalu login.

Buat Kategori

Masuk ke menu Kategori, lalu tambahkan jenis barang seperti Packaging, Sticker, Box, Produk, atau kategori lain yang dipakai di gudang.

Buat Master Barang

Masuk ke menu Master Barang, isi nama barang, nomor SKU/barcode, dan kategori. Data ini menjadi sumber dropdown nama barang di Warehouse dan Vendor.

Tambah stok di Warehouse atau Vendor

Jika barang berasal dari stok internal, gunakan Warehouse. Jika barang masuk dari client vendor, gunakan Vendor.

Cetak label barcode/QR bila diperlukan

Dari menu Warehouse, buka QR label per item atau gunakan Print QR Labels untuk mencetak label beberapa item sekaligus.

Operasikan checkout dan check-in

Gunakan Checkout untuk transaksi manual terpusat atau Barcode Scanner untuk scan cepat barang keluar dan kembali ke gudang.

Monitor aktivitas

Gunakan Dashboard untuk ringkasan stok dan Activity Log untuk audit siapa melakukan apa.

3. Flow End-to-End

A. Flow barang masuk langsung ke Warehouse

  1. Admin memastikan Kategori sudah ada.
  2. Admin membuat data di Master Barang.
  3. User membuka Warehouse, klik Tambah Barang.
  4. Pilih nama barang dari dropdown. Kategori dan nomor SKU akan terisi otomatis dari Master Barang.
  5. Pilih lokasi gudang: Nias, Permata, Kuta IV, atau Gunung Putri.
  6. Isi Qty Awal dan upload foto jika diperlukan.
  7. Klik Simpan. Barang masuk ke daftar Warehouse.

B. Flow barang masuk dari vendor/client

  1. Admin memastikan Master Barang sudah ada.
  2. User membuka Vendor.
  3. Jika client belum ada, isi nama di Daftar Client Vendor, lalu klik Tambah Client.
  4. Di form Tambah Barang dari Vendor, pilih Client Vendor.
  5. Pilih nama barang dari dropdown Master Barang. Kategori dan barcode/SKU otomatis mengikuti pilihan barang.
  6. Pilih lokasi gudang dan isi Qty Awal.
  7. Klik Simpan Barang Vendor. Barang akan tersimpan ke Warehouse dengan informasi client vendor.

C. Flow kelola stok

  1. Buka Warehouse, klik Kelola Stok atau tombol Stok pada detail lokasi barang.
  2. Pilih barang dan lokasi gudang yang ingin diubah.
  3. Pilih aksi stok: Tambah Stok, Kurangi Stok, atau Set Nilai QTY.
  4. Isi jumlah. Untuk pengurangan, jumlah tidak boleh lebih besar dari stok saat ini.
  5. Tambahkan catatan bila perlu, lalu klik Simpan Stok.

D. Flow checkout barang keluar

  1. Buka Checkout atau gunakan tombol Checkout dari Warehouse.
  2. Pilih barang yang statusnya Di Gudang dan Qty lebih dari 0.
  3. Pilih gudang asal. Hanya lokasi yang memiliki stok yang dapat dipilih.
  4. Pilih tujuan checkout yang aktif (contoh: Shopee, Tokopedia, atau TikTok).
  5. Isi nomor invoice. Field ini wajib diisi.
  6. Periksa modal konfirmasi, lalu klik Ya, Checkout.
  7. Status barang berubah menjadi Checkout / Keluar dan riwayat checkout tercatat.

E. Flow scan barcode/QR

  1. Buka Barcode Scanner.
  2. Pilih mode Barcode untuk barcode garis atau QR untuk label QR internal.
  3. Klik Mulai Scan, beri izin kamera, lalu arahkan kamera ke label.
  4. Jika kamera tidak tersedia, isi nomor SKU di Cari Manual.
  5. Jika satu nomor SKU ada di beberapa gudang, pilih lokasi gudang yang benar.
  6. Jika barang masih di gudang, isi tujuan checkout dan invoice, lalu konfirmasi checkout.
  7. Jika barang sedang checkout, klik Check-in ke Gudang untuk mengembalikan status barang.

5. Kegunaan Masing-Masing Fitur

Login dan Setup Admin

Dashboard

Warehouse

Vendor

Checkout

Tujuan Checkout

Barcode Scanner

Kategori

Master Barang

Users

Activity Log

Bahasa dan Logout

6. Panduan Operasional Harian

Checklist sebelum menambahkan barang

  • Pastikan kategori sudah ada, terutama jika admin ingin data rapi per jenis barang.
  • Pastikan Master Barang sudah dibuat untuk nama barang dan nomor SKU/barcode.
  • Pastikan lokasi gudang yang akan dipilih sesuai lokasi fisik barang.
  • Jika barang dari vendor, tambahkan client vendor terlebih dahulu di halaman Vendor.

Cara membaca daftar Warehouse

Kapan memakai Checkout, kapan memakai Barcode Scanner?

Kapan harus cetak label?

7. Aturan dan Validasi Penting

Area Aturan Dampak Jika Tidak Dipenuhi
Master Barang Nama barang wajib diisi dan unik. Sistem menolak jika nama sudah terdaftar.
Master Barang Nomor SKU wajib diisi, minimal 3 karakter, dan unik. Sistem menolak jika kosong, terlalu pendek, atau sudah dipakai.
Master Barang Jika nomor SKU berupa 13 digit, harus valid sebagai EAN-13. Sistem menampilkan error Kode EAN-13 tidak valid.
Warehouse Kombinasi nomor SKU dan lokasi gudang harus unik. Barang yang sama tidak bisa dibuat dua kali di lokasi gudang yang sama.
Warehouse Qty Qty awal dan set Qty boleh 0 atau lebih. Tambah/kurangi stok harus lebih dari 0. Sistem menolak angka negatif atau angka tidak bulat.
Kurangi Stok Jumlah pengurangan tidak boleh melebihi stok saat ini. Sistem menolak transaksi pengurangan.
Checkout Barang harus berstatus Di Gudang dan Qty lebih dari 0. Barang tidak bisa dipilih atau proses checkout ditolak.
Checkout Tujuan checkout dan nomor invoice wajib diisi. Sistem menolak checkout.
Check-in Hanya barang dengan status checkout yang bisa di-check-in. Sistem menolak jika barang sudah ada di gudang.
Foto Item Format gambar: JPG, PNG, WebP. Maksimal 5 MB. Upload ditolak jika format atau ukuran tidak sesuai.
Akun User Password minimal 6 karakter dan role harus Admin atau User. Akun baru tidak bisa dibuat jika password terlalu pendek atau role tidak valid.

8. Masalah Umum

Dropdown Nama Barang kosong di Warehouse atau Vendor

Tambahkan data di Master Barang terlebih dahulu. Jika Anda bukan admin, minta admin menambahkan Master Barang.

Dropdown Kategori kosong di Master Barang

Tambahkan data di menu Kategori. Kategori hanya bisa dikelola oleh admin.

Dropdown Client Vendor kosong

Masuk ke halaman Vendor, isi nama client di form Daftar Client Vendor, lalu klik Tambah Client.

Barang tidak muncul di form Checkout

Pastikan barang masih berstatus Di Gudang dan Qty lebih dari 0. Jika Qty masih 0, buka Warehouse lalu gunakan Kelola Stok.

Tidak bisa menghapus Kategori atau Master Barang

Data yang masih dipakai oleh item Warehouse tidak bisa dihapus. Pindahkan atau hapus item terkait terlebih dahulu jika memang data master harus dihapus.

Scan tidak menemukan barang

Pastikan nomor SKU/barcode sudah terdaftar di Warehouse. Jika satu nomor SKU ada di beberapa gudang, pilih lokasi yang benar setelah hasil scan muncul.

Kamera scanner tidak bisa dibuka

Periksa izin kamera browser. Jika tetap tidak bisa, gunakan Cari Manual dengan mengetik nomor SKU.

Print QR label tidak muncul

Izinkan pop-up untuk website ini, lalu ulangi proses print label.

Sesi berakhir atau diminta login ulang

Login kembali menggunakan email dan password. Sistem akan menghapus state lokal ketika sesi tidak valid.